Sesak Nafas saat Tiduran: Penyebab dan Cara Mengatasinya

sesak nafas saat tiduran

Siapa disini yang terkadang mengalami kesulitan bernapas, bahkan saat sedang tiduran? Sesak nafas saat tiduran adalah masalah yang umum dialami oleh banyak orang dan seringkali dapat mengganggu tidur nyenyak.

Saat kita tiduran, ini seharusnya menjadi waktu terbaik untuk istirahat. Namun, bagi sebagian orang, mereka justru mengalami sesak nafas yang tentu tidak bisa dibiarkan.

Apakah kalian ingin tahu penyebab sesak napas saat tiduran dan ingin mencari solusi praktis untuk mengatasinya?

Tak perlu khawatir, kali ini kita akan membahasnya. Jadi, kalian tidak perlu khawatir untuk mengembalikan kualitas tidur dan mengatasi hal ini!

Penyebab Sesak Nafas saat Tiduran

Jika terus mengalami sesak nafas saat tiduran, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius. Beberapa penyebab yang mungkin antara lain:

1. Gagal Jantung

Salah satu penyebab paling umum adalah gagal jantung. Hal ini terjadi karena jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh sebagaimana mestinya. Akibatnya, tekanan pada jantung meningkat dan cairan kembali naik ke paru-paru, perut atau kaki.

Para peneliti mencatat bahwa penderita gagal jantung sering tidur dengan bagian tubuh bagian atas sedikit lebih tinggi. Hal ini untuk meringankan masalah pernapasan.

2. Sleep Apnea

Sleep apnea terjadi ketika saluran napas kita terhalang secara sementara dan mengakibatkan gangguan pernapasan selama tidur. Hal ini bisa ditandai dengan napas terasa berat dan pendek saat tidur.

Sleep apnea dapat menyebabkan bangun tidur yang sering saat malam hari, kelelahan kronis, dan masalah kesehatan jangka panjang seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Maka dari itu, pentingnya untuk mencari pengobatan lebih lanjut untuk meminimalisir risiko komplikasi.

3. Kegemukan

Obesitas atau kegemukan mempunyai kaitan dengan berbagai kondisi kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung. Hal ini tentunya dapat memperburuk risiko sesak nafas saat sedang tiduran. Lemak di sekitar leher dapat menekan saluran napas, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

4. Reaksi Alergi

Alergi terhadap serbuk sari, debu, atau hewan peliharaan juga dapat menyebabkan sesak nafas saat tiduran. Pernapasan yang sulit bisa dipicu oleh peradangan pada saluran napas akibat reaksi alergi.

5. Kelumpuhan Diafragma

Diafragma adalah otot yang digunakan orang untuk bernapas. Jika terdapat kelumpuhan diafragma, maka diafragma menjadi tidak dapat berkontraksi. Oleh karena itu, kondisi ini bisa menjadi penyebab sesak napas saat tiduran.

Untuk mengobati kelumpuhan diafragma, dokter terlebih dahulu akan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Misalnya, mereka mungkin memberikan obat antivirus jika ada tanda-tanda infeksi virus atau mereka mungkin melakukan prosedur untuk mendekompresi saraf frenikus (saraf yang mengarah ke diafragma).

6. Radang Paru-paru

Radang paru-paru atau pneumonia juga dapat menyebabkan sesak nafas meski sedang tidur malam hari. Pneumonia adalah infeksi paru-paru berupa bakteri, virus, dan jamur.

Cara Menghilangkan Sesak Nafas saat Tidur

Terdapat beberapa cara sederhana yang efektif untuk mengatasinya, antara lain:

1. Menjaga Posisi Tidur yang Tepat

Cara termudah yang bisa dilakukan yaitu dengan mengubah posisi tidur kita. Cobalah untuk tidur dengan kepala lebih tinggi dari tubuh kita, misalnya dengan menggunakan bantal tambahan di bawah kepala. Hal ini membantu membuka saluran napas kita dan memungkinkan aliran udara yang lebih lancar.

3. Merubah Pola Hidup Sehat

Jika kalian mengalami kelebihan berat badan, mengatur diet sehat dapat sangat membantu mengurangi sesak napas yang terjadi. Hal ini karena dengan lebih sedikitnya lemak di sekitar leher, maka dapat mengurangi tekanan pada saluran napas.

Selain itu, hindari juga konsumsi alkohol dan merokok berlebihan, latiihan fisik secara teratur, dan upaya pola hidup sehat lainnya.

4. Menghindari Alergen

Jika kalian memiliki alergi terhadap serbuk sari, debu, atau bulu hewan, pastikan kamar tidur kalian bebas dari hal yang menjadi pemicunya. Gunakan penutup bantal dan kasur yang tahan alergi, serta pastikan juga kamar tidur tetap bersih.

5. Hindari Makan Malam yang Berat

Makan malam yang berat dapat memicu refluks asam lambung yang dapat mengganggu tidur hingga menyebabkan sesak napas.

Cobalah untuk mengatur jam makan lebih awal sebelum tidur dan hindari makanan pedas atau lemak yang berlebihan.

Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasi sesak nafas saat tiduran, harapannya kalian bisa lebih peduli lagi terhadap kondisi sekecil apapun, ya!


Jangan lupa untuk selalu konsumsi Madu Dipslipy sebelum tidur secara rutin. Dipslipy diformulasikan khusus untuk membantu kalian dalam meraih tidur yang berkualitas serta mengatasi gangguan tidur lainnya. Sehingga, setelah bangun tidur keesokan harinya, tubuh kalian akan terasa lebih segar dan bugar.

Madu Dipslipy dikombinasikan dari bahan-bahan herbal alami pilihan mulai dari Madu hutan asli, ekstrak bunga chamomile, ekstrak akar valerian, ekstrak lemon balm, dan ekstrak biji pala. Bahan tersebut sudah teruji klinis efektif mengatasi masalah susah tidur dan bisa meningkatkan kualitas tidur.

Bagikan ke:
Photo of author

Dian Malam Sari

Tinggalkan komentar