3+ Posisi Tidur Saat Infeksi Saluran Kemih (ISK) Secara Medis

Posisi Tidur Saat Infeksi Saluran Kemih

Tahukah kamu bahwa kebiasaan tidur kita, termasuk posisi tidur, dapat berperan penting dalam kesehatan saluran kemih?

Seiring dengan pengobatan medis yang tepat, ada faktor lain yang mungkin belum banyak diperhatikan, yaitu peran posisi tidur saat infeksi saluran kemih (ISK).

ISK merupakan kondisi umum yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih, kemudian menyebabkan berbagai gejala yang tidak menyenangkan, seperti sering buang air kecil, rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, serta perasaan umum tidak nyaman.

Posisi tidur yang tepat dapat membantu mencegah perkembangan bakteri dalam saluran kemih dan memungkinkan tubuh untuk lebih efektif melawan infeksi.

Inilah mengapa penting bagi kita untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana posisi tidur dapat berpengaruh pada kesehatan saluran kemih dan apa yang dapat kita lakukan untuk memastikan tidur yang lebih berkualitas dan kesehatan kemih yang terjaga.

Yuk, mari kita bahas satu per satu!

Apa Penyebab dan Gejala ISK?

penyebab dan gejala infeksi saluran kemih

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai posisi tidur saat infeksi saluran kemih, sebaiknya kita paham juga soal penyebab dan gejalanya.

Dilansir dari Clevand Clinic, bahwa 90% bakteri Escherichia coli (E. coli) merupakan penyebab paling umum dari ISK.

Bakteri ini biasanya ditemukan di usus dan bisa masuk ke dalam saluran kemih melalui jalur yang tidak seharusnya, seperti dari area sekitar anus ke uretra.

Selain E. coli, bakteri lain seperti Klebsiella, Proteus, dan Staphylococcus juga dapat menyebabkan ISK.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Urology meneliti faktor risiko ISK pada populasi lanjut usia. Para peneliti menemukan bahwa gangguan fungsi kandung kemih dan kelemahan sistem kekebalan tubuh adalah dua faktor yang signifikan dalam meningkatkan kejadian ISK pada populasi lansia.

Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya perawatan kesehatan proaktif dan pemantauan rutin untuk mendiagnosis dan mengobati ISK secara dini pada populasi ini.

Gejala ISK bisa saja bervariasi, bergantung pada bagian saluran kemih yang terinfeksi. Beberapa gejala umum ISK meliputi:

  • Sering buang air kecil dengan volume urine sedikit
  • Sensasi rasa nyeri hingga seperti terbakar saat buang air kecil
  • Perasaan ingin buang air kecil terus-menerus
  • Urine mengeluarkan bau yang tidak sedap dan berwarna keruh
  • Nyeri atau kram di sekitar daerah perut bagian bawah

Apakah ISK Menyebabkan Tidak Bisa Tidur?

Apakah ISK Menyebabkan Tidak Bisa Tidur

ISK dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang dengan beberapa cara.

Pertama, rasa nyeri dan ketidaknyamanan saat buang air kecil yang seringkali menyertai ISK dapat mengganggu proses tidur. Rasa sakit tersebut bisa menyebabkan seseorang sering terbangun di malam hari atau kesulitan untuk kembali tidur setelah terbangun.

Selain itu, kebutuhan untuk sering buang air kecil yang diakibatkan oleh ISK juga dapat mengganggu tidur seseorang. Saat seseorang sering terbangun untuk buang air kecil, itu bisa memotong siklus tidur normal dan mengganggu tidur yang nyenyak.

Saat menghadapi infeksi yang tidak menyenangkan dan menyebabkan gangguan tidur yang terjadi, seseorang mungkin merasa stres dan cemas. Stres yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur lebih lanjut.

Bagaimana Posisi Tidur saat Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

Cobalah posisi tidur di bawah ini saat sedang mengalami ISK.

1.Tidur Miring

Salah satu posisi tidur yang disarankan bagi penderita ISK adalah tidur dalam posisi miring, karena dapat membantu mengurangi tekanan pada daerah panggul dan saluran kemih, sehingga dapat mengurangi risiko bakteri lebih lanjut masuk ke dalam saluran kemih.

Untuk tidur miring, kamu dapat mencoba tidur dengan tubuh sedikit condong ke salah satu sisi, dengan lutut ditekuk.

Posisi ini membantu mengurangi tekanan pada saluran kemih dan menyediakan jalur yang lebih lancar bagi urine untuk mengalir keluar dari kandung kemih.

2. Hindari Tiduran Terlalu Lama

Meskipun posisi tidur miring dapat membantu mengurangi tekanan pada saluran kemih, namun hindari tidur dalam posisi tertentu terlalu lama.

Tiduran terlalu lama pada satu sisi dapat menyebabkan tekanan berlebih pada sendi dan otot, sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada tubuh kita.

Cobalah untuk mengubah posisi tidur dari waktu ke waktu, atau gunakan bantal tambahan untuk mendukung tubuh kita dan menghindari posisi tidur yang tidak nyaman.

3. Kompres Hangat

Jika kamu merasa nyeri atau ketidaknyamanan saat buang air kecil, gunakan kompres hangat pada perut bagian bawah untuk meredakan gejala.

Tips: Untuk kamu yang sering mengalami masalah susah tidur (insomnia), kamu bisa minum Obat Tidur Alami Dipslipy. Terbuat dari madu hutan asli dan berbagai bahan herbal dengan khasiat tersendiri untuk mengatasi susah tidur, Dipslipy terbukti ampuh untuk mengatasi insomnia tanpa efek samping.

Cara Mencegah ISK

Menerapkan posisi tidur saat infeksi saluran kemih saja tentunya masih belum cukup, kamu juga harus melakukan berbagai upaya lain untuk mencegah infeksi saluran kemih agar tidak terjadi lagi, diantaranya:

1. Menjaga Kebersihan Area Intim

Pada wanita, uretra memiliki saluran yang lebih pendek daripada pada pria. Sehingga, E.coli akan lebih mudah berpindah dari rektrum. Jadi pastikan selalu membersihkan area kelamin dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil ataupun besar untuk menghindari hal ini.

Selama siklus menstruasi, sebaiknya mengganti pembalut secara teratur dan hindari penggunaan wewangian untuk organ intim.

2. Minum Banyak Cairan

Minum air putih setiap hari secara rutin dapat membantu mengeluarkan bakteri dari salurah kemih kamu.

3. Ubah Kebiasaan Buang Air Kecil

Kencing dapat memainkan peran besar dalam menyingkirkan bakteri dari tubuh kita. Sering buang air kecil dapat mengurangi risiko terkena infeksi, terutama jika kita sering terkena ISK.

4. Hindari Pakaian Ketat

Pakaian yang ketat dapat menciptakan lingkungan yang lembap, yang mendorong pertumbuhan bakteri.

Cobalah untuk mengganti dengan pakaian longgar dan celana dalam katun untuk mencegah kelembapan menumpuk di sekitar uretra.

5. Hindari Penggunaan Produk Kewanitaan

Penggunaan produk-produk kewanitaan di area genital dapat mengiritasi uretra. Produk-produk ini termasuk semprotan deodoran, douche dan bedak.

Jika bestie disini atau orang terdekat mengalami masalah tidur yang berkepanjangan atau berat, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mengatasi ISK dengan efektif.

Baca Juga Artikel Lainnya: Posisi Tidur Saat Ambeien.

Jangan menunda, mulai langkah-langkah untuk mengatasi gangguan tidur akibat ISK sekarang dan nikmati tidur yang lebih baik.

Untuk langkah awal, kamu bisa terapkan berbagai posisi tidur saat infeksi saluran kemih seperti yang sudah dijelaskan di atas, ya!

infografis artikel posisi tidur saat infeksi saluran kemih
Bagikan ke:
Photo of author

Dian Malam Sari

Tinggalkan komentar